Perusahaan dan anak perusahaannya mengelola enam konsesi hutan alam (IUPHHK-HA) seluas 840.500 hektar. Tabel berikut menyajikan garis besar konsesi hutan alam yang dikelola oleh Perusahaan dan anak perusahaannya:   The Company and its subsidiary companies manage six natural forest concessions (IUPHHK-HA) covering a total area of 840,500 hectares. The following table provides an outline of the natural forest concessions managed by the Company and its subsidiaries :
No
Natural Forest Concession
Area
Location
Period of Concession
1
PT. SLJ-II Long Bagun
267.600
Kab. Kutai Barat & Kab. Malinau
2051
2
PT. SLJ-IV Gunung Sari
63.550
Kab. Berau
2055
3
PT. SLJ-V Batu Majang
61.465
Kab. Kutai Barat
2018
4
PT. Karya Wijaya Sukses
22.320
Kab. Kutai Barat
2021
5
PT. Essam Timber
35.800
Kab. Malinau
2012
6
PT. SLJ-Tbk
69.765
Kab. Malinau
2054

Perusahaan berusaha menerapkan prinsip pengelolaan hutan lestari sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan standar lainnya yang berlaku secara global untuk industri kehutanan. Dengan cara ini, Perseroan berusaha untuk memastikan ketersediaan sumber daya hutan alam yang berkelanjutan dan pelestarian hutan alam jangka panjang.

Setelah berakhirnya masa Konsesi Hutan Alam (IUPHHK-HA, sebelumnya HPH) pada tanggal 22 Juni 2012, PT Essam Timber telah menyelesaikan persyaratan yang diperlukan untuk perpanjangan persyaratan konsesi sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Kehutanan No. P.52 / Menhut-II / 2008 tentang Protokol dan Persyaratan Perpanjangan Konsesi Hutan Alam di Hutan Produksi. Saat ini, areal konsesi Essam Timber sedang dalam proses evaluasi oleh Lembaga Penilai Independen Indonesia (LPI ), yang ditunjuk untuk tugas ini oleh Departemen Kehutanan. LPI telah mengangkat sejumlah bidang yang menjadi perhatian, yang ditangani oleh Perusahaan dan PT Essam Timber. Produk utama PT Essam Timber diakuisisi oleh Perusahaan pada bulan Februari 2008, dengan Perusahaan memegang 99,99 persen saham Sebelum melakukan pengalihan pengelolaannya kepada Perusahaan, konsesi di bawah kendali PT Essam Timber belum mencapai tingkat produksi optimal. Dalam periode lima tahun pertama setelah pengalihan kepemilikan kepada Perusahaan, Perseroan fokus pada pengembangan infrastruktur, sehingga kawasan tersebut masih belum dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Selanjutnya, kawasan Essam Timber akan memiliki Sertifikasi Pengelolaan Hutan Lestari dengan tingkat pengakuan nasional dan internasional, dan untuk sementara waktu, kawasan Essam Timber ini telah bergabung dengan Global Forest Trade Network (GTFN).

Kami berharap bahwa dengan komitmen dari seluruh jajaran manajemen, perusahaan dan anak perusahaan akan dapat mengelola konsesi hutannya sesuai dengan prinsip keberlanjutan yang telah dipandu perusahaan dan anak perusahaan. Dengan cara ini, kita mendapatkan kepercayaan dari pemerintah, yang diwakili oleh Kementerian Kehutanan, sehingga kita akan diberi kesempatan lebih jauh melalui perluasan konsesi hutan alam di bawah kendali PT.  Essam Timber.

 

The Company strives to implement the principles of sustainable forest management in accordance with standards established by the Ministry of Forestry, the Ministry of Environment, and other standards applicable globally to the forest industry. In this fashion, the Company strives to ensure the ongoing, sustainable availability of natural forest resources and the long-term preservation of natural forests.

Following the end of the period of its Natural Forest Concession ((IUPHHK-HA, previously HPH) on 22 June 2012, PT. Essam Timber completed the necessary requirements for the extension of the terms of the concession as stated in the Ministry of Forestry Regulation No. P.52/ Menhut-II/2008 concerning Protocol and Requirements for the Extension of Natural Forest Concessions in  Productive Forests. At present, the area of Essam Timber's concessions is undergoing a process of evaluation by the Independent Assessors Institute of Indonesia (LPI), which was appointed to this task by the Ministry of Forestry. LPI has raised a number of areas of concern, which are being addressed by the Company and PT. Essam Timber. PT. Essam Timber was acquired by the Company in February 2008, with the Company holding a 99.99 percent stake. Before the transfer of its management to the Company, the concession under the control of PT. Essam Timber had not achieved optimal production levels. In the first five year period following the transfer of ownership to the Company, the Company has focused on the development of infrastructure, so the area is still not being utilized for productive operations. In the future the Essam Timber area are projected to have a Sustainable Forest Management Certification with a national and international level of acknowlegdement, and for the mean time this area of Essam timber has joined with the Global Forest Trade Network (GTFN).

We hope that with the commitment of all levels of management, the Company and its subsidiaries will be able to manage its forest concessions according to the principles of sustainability that have heretofore guided the Company and its subsidiaries. In this fashion, we will win the trust of the government, represented by the Ministry of Forestry, so that we will be given further opportunities through the extension of the natural forest concessions under the control of PT. Essam Timber.